Jaga Ekosistem Danau Rano, WALHI Sulteng Adakan Sekolah Lapang Agroforestri

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Palu – Akhir bulan agustus 2022, Walhi Sulteng mengadakan Sekolah Lapang Agroforestri di Desa Rano, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala. Melibatkan beberapa unsur kelompok masyarakat antara lain Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN), Lembaga Pengelola Hutan Desa dan Kelompok Pencinta Alam Rano Majaya.

Dokumentasi Sekolah Lapang Agroforestri di Desa Rano

Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari ini dibuka langsung oleh Pemerintah Desa Rano yang di wakili oleh Kaur Pemerintahan. Beliau menyambut baik pelaksanaan Sekolah Lapang Agroforestri ini. “Kegiatan ini sangat bermanfaat besar bagi kami masyarakat Desa Rano, sehingga kami sangat berterima kasih kepada Walhi Sulteng yang sudah jauh-jauh dari palu mau membangun desa kami” Ujar Pak Hamrin.

Pada kesempatan ini juga dihadiri langsung oleh Direktur Eksekutif Daerah Walhi Sulteng, Sunardi Katili,SH yang juga menyampaikan sambutannya pada acara pembukaan kegiatan dihari pertama Selasa (23/08/22). “Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan pola pemanfaatan lahan dan lingkungan secara optimal demi kelestarian dan kesejahteraan masyarakat di Desa Rano”  tegasnya.

Adapun Pelatih yang dilibatkan pada kegiatan ini merupakan salah satu praktisi Agroforestri yang telah berpengalaman dalam pendampingan Kelompok Tani Hutan di beberapa kabupaten (Sigi, Donggala dan Poso). Secara umum materi yang disampaikan terkait dengan definisi, manfaat dan beberapa bentuk Pola Agroforestri antara lain Agrisilvikultur, Silvopastura, Agrosilvopastura dan Agrosilvofishery. Disampaikan juga bahwa Agroforestri berkelanjutan memberikan beberapa Fungsi yaitu Fungsi Biofisik, Fungsi Lingkungan, Fungsi budaya, Fungsi Sosial dan Fungsi Ekonomi. Penyampaian materi ini dengan memperlihatkan video pendek dan foto-foto praktek Agroforestri yang telah dilakukan dibeberapa tempat lainnya.

Selain penyampaian materi, pada hari kedua Rabu (24/08/22) peserta juga melakukan praktek lapangan di Demplot Persemaian tanaman Kehutanan, Perkebunan dan Pertanian yang telah dibangun WALHI Sulteng pada akhir tahun 2021. Kemudian dilanjutkan praktek mengatur jarak tanam serta kombinasi tanaman yang baik disalah satu kebun milik petani desa Rano.

Para peserta merasakan betul manfaat dari kegiatan ini, seperti yang disampaikan oleh Acek (19) Ketua Kelompok Pencinta Alam (KPA) Rano Majayo “Setelah mengikuti Sekolah Lapang Agroforestri, cara penanaman kami sudah bisa atur melalui Agroforestri dan pentingnya menjaga lingkungan” ungkapnya.

Diakhir kegiatan ini terbangun komitmen bersama untuk mengembangkan Pola Agroforestri melalui Kebun Belajar yang disinergiskan dengan program kerja LPHD secara khusus Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Jasa Lingkungan yang telah terbentuk sebelumnya.

 

 

Narahubung Aulia Hakim (0851-6126-3873)

Facebook
Twitter

Tinggalkan Komentar Anda :